Cerita Love Story sebuah film terbaru hadir menemani anda
di biskop indonesia bergenre drama semoga terhibur, kali ini
sepertinya sebuah film percintaan yang romantis di hadirkan dalam film ini.W E L C O M E !!! Jangan lupa Follow dan Komentar caranya klik kata comment ==> http://apps.facebook.com/easycash-usd/?refid=1263698310&ref=link <== thanks pisan hatur nuhun thanks
Jumat, 18 November 2011
Sinopsis Film Love Story
Cerita Love Story sebuah film terbaru hadir menemani anda
di biskop indonesia bergenre drama semoga terhibur, kali ini
sepertinya sebuah film percintaan yang romantis di hadirkan dalam film ini.
Dalam film
love story ini di bintangi oleh Acha Septriasa, Irwansyah, Henidar
Amroe, Reza Pahlevi, Maudy Koesnaedi, Donni Damara, Reza Rahadian, Bella
Graceva, Anbo, unutk Sutradara Hanny R. Saputra, dan sebagai Penulis Armantono,
di bawah ini adalah cerita film love story :
Ranti dan Galih (Acha Septriasa-Irwansyah)
selalu bersama-sama sejak belia, kebersamaan yang akhirnya menyemaikan cinta di
hati mereka. Di daerah ini tidak ada sekolah, sehingga Ranti dan Galih harus
melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk bersekolah melewati tempat-tempat
yang terjal dalam terik dan hujan. Ranti dibantu Galih membuat patung kayu
seorang guru, Ranti bercita-cita menjadi guru di desanya. Galih bertekad untuk
merealisasikan mimpi Ranti
Ranti dan Galih mulai menginjak usia remaja dan
keduanya seperti tak terpisahkan. Akan tetapi adat masyarakat melarang Galih
dan Ranti untuk bersatu. Ada kepercayaan kalau dari desa Galih dan desa Ranti
yang terpisahkan sungai menikah, akan mengakibatkan bencana. Keduanya berpisah
ketika Galih harus ikut orang tuanya (Maudy Koesnaedi dan Donni Damara) pindah
ke kota. Sejak saat itu, tahun demi tahun dilalui Ranti tanpa Galih. Penantian
cinta Ranti dilewatkan sambil mengajar di alam bebas ditemani Pengkor (Reza
Rahadian), berharap satu ketika Galih akan kembali
Setelah bertahun-tahun Ranti menunggu, akhirnya
Galih kembali. Galih datang untuk mewujudkan impian mereka. Galih ingin
membangun sebuah sekolah untuk Ranti mengajar, lengkap dengan kincir air untuk
sumber energi listrik. Ranti dan Galih sadar kalau mereka tak terpisahkan.
Tetapi masyarakat segera mengucilkan mereka justru karena Galih melamar Ranti.
Galih habis-habisan berusaha mewujudkan pembangunan sekolah. Galih mengisi
hari-harinya dengan kerja tanpa kenal waktu, sedangkan Ranti disekap oleh
ayahnya (Reza Pahlevi) sedangkan nenek Ranti (Henidar Amroe) tidak kuasa
menolong Ranti karena takut terjadi kutukan. Sampai akhirnya Galih mulai didera
sakit. Penduduk menganggap sakitnya Galih, seperti juga meninggalnya Wage,
siswa yang celaka saat pergi sekolah dengan mengambil jalan pintas, adalah
sebagai akibat pelanggaran adat.
Selasa, 15 November 2011
Definisi Algoritma dalam Ilmu Dasar Pemograman
Agoritma
adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Yang
ditekankan adalah urutan langkah logis, yang berarti algoritma harus mengikuti
suatu urutan tertentu, tidak boleh melompat-lompat.
Alur pemikiran
dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang dituangkan secara tertulis. Yang
ditekankan pertama adalah alur pikiran, sehingga algoritma seseorang dapat juga
berbeda dari algoritma orang lain. Sedangkan penekanan kedua adalah tertulis,
yang artinya dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu.
Konsep
IPO dikembangkan mejadi :
Originating
-> input -> proses -> Output -> Distribution
||
Storage
Originating
Berhubungan
dengan pengumpulan data yang biasanya merupakan pencatatan data kedokumen
dasar. Setelah dikumpulkan dilakukan proses input.
Input
Tahapan
ini merupakan proses pemasukan data kedalam proses komputer melalui peralatan
input.
Proses
Tahap
ini merupakan proses pengolahan data dari data yang sudah diinput berupa proses
menghitung membandingkan, mengurutkan, mengklasifikasikan, mengendalikan dan
mencari di storage.
Output
Tahap
ini merupakan proses untuk menghasilkan keluaran dari proses pengolahan data ke
peralatan output berupa informasi (monitor, speaker, dsb)
Distribution
Tahap
ini merupakan proses penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang berhak dan
membutuhkan informasi.
Storage
Tahap ini merupakan
perekaman hasil pengolahan data storage yang nantinya dapat dipergunakan untuk
input proses selanjutnya.
Pengertian dasar program adalah
rangkaian instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logika
dan sistematis.
Tujuan
pembuatan program
1. Membuat solusi dari
pemecahan kasus yang timbul.
2. Meningkatkan kualitas
dan performance dari kinerja kerja.
3. Membantu proses
pengambilan keputusan.
Struktur Dasar Pemrograman
Salah
satu tahapan dari pengembangan suatu program adalah menterjemahkan atau
mengkodekan rancangan terinci yang telah dibuat menjadi suatu program komputer
yang siap pakai.
Beberapa
karakteristik seorang pemrogram yang mempengaruhi suatu program yang dibuat
adalah sbb:
1. Memiliki pol pikir
yang logis.
2. Memiliki ketekunan
dan ketelitian yang tinggi.
3. Memiliki penguasaan
bahasa pemrograman yang baik.
4. Memiliki pengetahuan
tentang teknik pemrograman yang baik.
Langkah-langkah
pokok secara umum didlam membuat program komputer
1. Mendefinisikan
masalah.
2. Membuat flowchart.
3. Membuat program.
4. Melakukan tes
program.
5. Membuat dokumentasi
program.
Pemrograman
Terstruktur merupakan suatu tindakan untuk membuat program
yang berisi instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logis
dan sistematis supaya mudah dimengerti, mudah dites, dan mudah dimodifikasi.
Pemrograman Modular
Dalam
pemrograman modular program dipecah-pecah kedalam modul-modul dimana setiap
modul menunjukkan fungsi dan tugas tertentu.
Pemrograman Top Down
Sangat
berguna dalam perencanaan pemrograman modular.
Jumat, 11 November 2011
Jadwal Pertandingan Sea Game Indonesia 2011
Jadwal Lengkap Sepak Bola Sea Games 2011
Jadwal Pertandingan Bola Sea Games 2011 ini tentu sangat berat karena calon lawan timnas Indonesia adalah raksasa asia tenggara yang mantan juara bertahan sea games 2011. Diharapkan dengan Jadwal Pertandingan Timnas U-23 Sea Games 2011 ini target emas tetap bisa tercapai oleh Timnas kita.
Baik langsung aja yuks kita lihat Jadwal Pertandingan Sepak Bola Timnas U23 Sea Games 2011 atau sering disebut Jadwal Timnas U23 Sea Games 2011 dari Blogger Jepara.
Kamis, 3 November 2011
15.30 WIB - SEA GAMES - Vietnam vs Filipina - RCTI
19.00 WIB - SEA GAMES - Laos vs Myanmar - GLOBAL TV
Sabtu, 5 November 2011
15.30 WIB - SEA GAMES - Brunei Darussalam vs Timor Leste - RCTI
Senin, 7 November 2011
15.30 WIB - SEA GAMES - Singapura vs Malaysia - RCTI
18.30 WIB - SEA GAMES - Laos vs Brunei Darussalam - GLOBAL TV
18.30 WIB - SEA GAMES - Indonesia vs Kamboja - RCTI
Rabu, 9 November 2011
15.30 WIB - SEA GAMES - Malaysia vs Thailand - RCTI
18.30 WIB - SEA GAMES - Kamboja vs Singapura - GLOBAL TV
Jumat, 11 November 2011
Jam belum fix - SEA GAMES - Singapura vs Indonesia - RCTI
13.30 WIB - SEA GAMES - Thailand vs Kamboja - RCTI
15.30 WIB - SEA GAMES - Filipina vs Laos - GLOBAL TV
Sabtu, 12 November 2011
15.30 WIB - SEA GAMES - Brunei Darussalam vs Laos - GLOBAL TV
Minggu, 13 November 2011
15.30 WIB - SEA GAMES - Filipina vs Myanmar - GLOBAL TV
16.30 WIB - SEA GAMES - Indonesia vs Thailand - RCTI
Selasa, 15 November 2011
15.30 WIB - SEA GAMES - Myanmar vs Timor Leste - GLOBAL TV
Kamis, 17 November 2011
15.30 WIB - SEA GAMES - Laos vs Vietnam - GLOBAL TV
18.30 WIB - SEA GAMES - Indonesia vs Malaysia - RCTI
Sabtu, 19 November 2011
19.00 WIB - SEA GAMES - Semi Final 1- RCTI
Senin, 21 November 2011
15.30 WIB - SEA GAMES - Perebutan Juara 3 - RCTI
19.00 WIB - SEA GAMES - Final - RCTI
Catatan:
- Penayangan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan lebih dulu berdasarkan wewenang stasiun TV yang bersangkutan.
- Jam siaran yang tercantum adalah Waktu Indonesia Bagian Barat.
Kamis, 27 Oktober 2011
Pengaruh Perkembangan Penduduk
1. Piramida Penduduk
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat ditampilkan dalam bentuk grafik yang disebut piramida penduduk.
a. Bentuk-bentuk Piramida Penduduk
Bentuk piramida penduduk dibadakan menjadi tiga macam yaitu :
Bentuk piramida penduduk dibadakan menjadi tiga macam yaitu :
- Bentuk Limas (Expansive) atau disebut piramida penduduk muda, menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari pada usia dewasa maupun tua, sehingga pertumbuhan penduduk sangat tinggi, contohnya: Indonesia, Filipina, Mesir, Nigeria, Brazil
- 2. Bentuk Granat (Stationer) atau disebut piramida penduduk stasioner, menunjukkan jumlah usia muda hampir sama dengan usia dewasa, sehingga pertumbuhan penduduk kecil sekali, contohnya: Amerika Serikat, Belanda, Norwegia, Finlandia.
- 3. Bentuk Batu Nisan (Constructive) atau piramida penduduk tua, menunjukkan jumlah penduduk usia tua lebih besar dari pada usia muda, jumlah penduduk mengalami penurunan, contohnya: negara-negara yang baru dilanda perang.
Negara-negara berkembang pada umumnya memiliki piramida penduduk
berbentuk limas, sedangkan negara-negara maju umumnya berbentuk granat
atau batu nisan.
Ciri-ciri struktur penduduk pada tiap bentuk piramida :
1. Piramida Penduduk Expansif memiliki ciri-ciri :
Ciri-ciri struktur penduduk pada tiap bentuk piramida :
1. Piramida Penduduk Expansif memiliki ciri-ciri :
- Sebagian besar berada pada kelompok penduduk muda,
- Kelompok usia tua jumlahnya sedikit,
- Tingkat kelahiran bayi tinggi,
- Pertumbuhan penduduk tinggi.
- Penduduk pada tiap kelompok umur hampir sama,
- Tingkat kelahiran rendah,
- Tingkat kematian rendah,
- Pertumbuhan penduduk mendekati nol atau lambat.
- Sebagian besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau tua
- Jumlah penduduk usia muda sangat sedikit
- Tingkat kelahiran lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian
- Pertumbuhan penduduk terus berkurang
2. Migrasi Penduduk
Migrasi
merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah
perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas
penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik
nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen
(menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah
perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati
batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
Migrasi
dapat terjadi di dalam satu negara maupun antarnegara. Berdasarkan hal
tersebut, migrasi dapat dibagi atas dua golongan yaitu :
a. Migrasi
Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara
lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam yaitu :
- Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.
- Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran.
- Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya
b.
Migrasi Nasional atau Internal, yaitu perpindahan penduduk di dalam
satu negara. Migrasi nasional /internal terdiri atas beberapa jenis,
yaitu sebagai berikut :
1. Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap.
2.
Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk
ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik
Indonesia.Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun
1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi.
Berdasarkan pelaksanaannya, transmigrasi di Indonesia dapat dibedakan
atas :
- Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah
- Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek
- Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri
- Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama
3.
Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan
menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi.
Selain jenis
migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis migrasi yang disebut
evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang terjadi karena
adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan sebagainya.
2. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Migrasi
Secara umum faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi, adalah sebagai berikut :
• Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru
•
Faktor keselamatan, yaitu ingin menyelamatkan diri dari bencana alam
seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir, gunung meletus dan bencana
alam lainnya
• Faktor keamanan, yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan seperti peperangan, dan konflik antar kelompok
•
Faktor politik, yaitu migrasi yang terjadi oleh adanya perbedaan
politik di antara warga masyarakat seperti RRC dan Uni Soviet (Rusia)
yang berfaham komunis
• Faktor agama, yaitu migrasi yang terjadi
karena perbedaan agama, misalnya terjadi antara Pakistan dan India
setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris
• Faktor kepentingan
pembangunan, yaitu migrasi yang terjadi karena daerahnya terkena proyek
pembangunan seperti pembangunan bendungan untuk irigasi dan PLTA
• Faktor pendidikan, yaitu migrasi yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
3. Rasio Ketergantungan
Definisi
Rasio
Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah
penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun
keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio
ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan
Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
• Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 - 64 tahun.• Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.
Kegunaan
Rasio
ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator
yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah
tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency
ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin
tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya
beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai
hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan
persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin
rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai
penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Cara Menghitung
Rasio
Ketergantungan didapat dengan membagi total dari jumlah penduduk usia
belum produktif (0-14 tahun) dan jumlah penduduk usia tidak produktif
(65 tahun keatas) dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun).
Rumus
Dimana:
RKTotal=Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda dan Tua
RKMuda = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda
RKTua = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Tua
P(0-14) = Jumlah Penduduk Usia Muda (0-14 tahun)
P(65+) = Jumlah Penduduk Usia Tua (65 tahun keatas)
P(15-64) = Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-64 tahun)
Contoh:
Untuk memudahkan pemahaman tentang perhitungan Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio), di bawah ini diberikan contoh perhitungan dengan menggunakan data SP 2000 (lihat Tabel 1). Langkah pertama adalah menghitung jumlah penduduk yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok umur muda (0-14 tahun), kelompuk usia kerja 15-64 tahun (umur produktif) dan kelompok umur tua (65 tahun ke atas).
Tabel 1 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Muda, Umur Produktif, dan Umur Tua, Tahun 2000
Kel. Umur Jumlah Penduduk
0-14 63 206 000
15-64 13 3057 000
65+ 9 580 000
Setelah jumlah penduduk kelompok umur muda (0-14 tahun), umur produktif (15-64 tahun) dan umur tua (65 tahun ke atas) diperoleh. Selanjutnya dapat dihitung rasio ketergantungan (dependency ratio, dengan hasil seperti yang disajikan pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2 Rasio Ketergantungan Muda, Tua, dan Total Tahun 2000
Keterangan Rasio Ketergantungan
RKTot 54,7
RKMuda 47,0
RKTua 7,2
Interpretasi
Dari contoh perhitungan di atas, rasio ketergantungan total adalah sebesar 54,7 persen, artinya setiap 100 orang yang berusia kerja (dianggap produktif) mempunyai tanggunagn sebanyak 55 orang yang belum produktif dan dianggap tidak produktif lagi. Rasio sebesar 54.7 persen ini disumbangkan oleh rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 47,0 persen, dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar 7,2 persen. Dari indikator ini terlihat bahwa pada tahun 2000 penduduk usia kerja di Indonesia masih dibebani tanggung jawab akan penduduk muda yang proporsinya lebih banyak dibandingkan tanggung jawab terhadap penduduk tua.
Rasio ketergantungan ini sudah jauh berkurang dibandingkan dengan keadaan pada saat sensus 1971. Pada tahun 1971 rasio ketergantungan total adalah sebesar 86 per 100 penduduk usia kerja, dan kemudian menurun secara pasti sampai tahun 2000. Penurunan ini terjadi terutama karena penurunan tingkat kelahiran sebagai dampak dari keberhasilan program keluarga berencana selama 30 tahun terakhir.
Tanggapan saya tentang pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya adalah akan membuat gaya hidup seseorang berubah antara individunya, dan persaingan di dunia kerja dan pendidikan pun semakin meningkat. Hal ini menuntut kita agar selalu meningkatkan kemampuan yang kita miliki agar tidak kalah dalam persaingan hidup ini. Banyak di Indonesia ini masyarakat yang kalah bersaing dalam dunia kerja dan akhirnya hanya bisa menggigit jari akan kekalahannya itu, padahal mereka-mereka adalah lulusan perguruan tinggi. Kita sebagai masyarakat seharusnya sadar dan tanggap akan apa yang terjadi di negara kita karena dengan itu kita dapat bertahan hidup dan mengembangkan kemampuan kita tidak hanya di satu bidang saja melainkan di berbagai bidang.
Sumber:
http://kurnia-geografi.blogspot.com/2010/07/rasio-ketergantungan.html
http://www.datastatistik-indonesia.com/
RKTotal=Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda dan Tua
RKMuda = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda
RKTua = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Tua
P(0-14) = Jumlah Penduduk Usia Muda (0-14 tahun)
P(65+) = Jumlah Penduduk Usia Tua (65 tahun keatas)
P(15-64) = Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-64 tahun)
Contoh:
Untuk memudahkan pemahaman tentang perhitungan Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio), di bawah ini diberikan contoh perhitungan dengan menggunakan data SP 2000 (lihat Tabel 1). Langkah pertama adalah menghitung jumlah penduduk yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok umur muda (0-14 tahun), kelompuk usia kerja 15-64 tahun (umur produktif) dan kelompok umur tua (65 tahun ke atas).
Tabel 1 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Muda, Umur Produktif, dan Umur Tua, Tahun 2000
Kel. Umur Jumlah Penduduk
0-14 63 206 000
15-64 13 3057 000
65+ 9 580 000
Setelah jumlah penduduk kelompok umur muda (0-14 tahun), umur produktif (15-64 tahun) dan umur tua (65 tahun ke atas) diperoleh. Selanjutnya dapat dihitung rasio ketergantungan (dependency ratio, dengan hasil seperti yang disajikan pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2 Rasio Ketergantungan Muda, Tua, dan Total Tahun 2000
Keterangan Rasio Ketergantungan
RKTot 54,7
RKMuda 47,0
RKTua 7,2
Interpretasi
Dari contoh perhitungan di atas, rasio ketergantungan total adalah sebesar 54,7 persen, artinya setiap 100 orang yang berusia kerja (dianggap produktif) mempunyai tanggunagn sebanyak 55 orang yang belum produktif dan dianggap tidak produktif lagi. Rasio sebesar 54.7 persen ini disumbangkan oleh rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 47,0 persen, dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar 7,2 persen. Dari indikator ini terlihat bahwa pada tahun 2000 penduduk usia kerja di Indonesia masih dibebani tanggung jawab akan penduduk muda yang proporsinya lebih banyak dibandingkan tanggung jawab terhadap penduduk tua.
Rasio ketergantungan ini sudah jauh berkurang dibandingkan dengan keadaan pada saat sensus 1971. Pada tahun 1971 rasio ketergantungan total adalah sebesar 86 per 100 penduduk usia kerja, dan kemudian menurun secara pasti sampai tahun 2000. Penurunan ini terjadi terutama karena penurunan tingkat kelahiran sebagai dampak dari keberhasilan program keluarga berencana selama 30 tahun terakhir.
Tanggapan saya tentang pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya adalah akan membuat gaya hidup seseorang berubah antara individunya, dan persaingan di dunia kerja dan pendidikan pun semakin meningkat. Hal ini menuntut kita agar selalu meningkatkan kemampuan yang kita miliki agar tidak kalah dalam persaingan hidup ini. Banyak di Indonesia ini masyarakat yang kalah bersaing dalam dunia kerja dan akhirnya hanya bisa menggigit jari akan kekalahannya itu, padahal mereka-mereka adalah lulusan perguruan tinggi. Kita sebagai masyarakat seharusnya sadar dan tanggap akan apa yang terjadi di negara kita karena dengan itu kita dapat bertahan hidup dan mengembangkan kemampuan kita tidak hanya di satu bidang saja melainkan di berbagai bidang.
Sumber:
http://kurnia-geografi.blogspot.com/2010/07/rasio-ketergantungan.html
http://www.datastatistik-indonesia.com/
Selasa, 25 Oktober 2011
Langganan:
Postingan (Atom)











